Presiden Jokowi: Menurut Anda Dimana Sebaiknya Ibukota Negara Ditempatkan dan Apa Pertimbangannya?

0
162

KOMPAQ.ID. NASIONAL. Wacana pemindahan ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia kini sedang viral di media sosial. Presiden Jokowi melalui akun fanspage facebook Presiden Joko Widodo menulis demikian:

“Selamat pagi. DKI Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus: sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis. Apakah di masa depan kota ini masih mampu memikul beban itu?

Banyak negara yang telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan ibu kota negara. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain.

Di Indonesia, gagasan memindahkan ibu kota juga sudah muncul sejak era Presiden Soekarno, dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden, tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang.

Kemarin di Kantor Presiden, saya menggelar rapat soal pemindahan ibu kota negara. Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata, namun, terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju. Pemindahan ibu kota adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar. Di antaranya mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Menurut Anda, di mana sebaiknya ibu kota negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?”

Pertanyaan Presiden Jokowi tersebut di atas direspon puluhan ribu netizen dengan berbagai jawaban. Mencuat jawaban netizen yang memilih Kalimantan, Papua, Riau, Palembang bahkan ada yang menjawab Mojokerto karena pertimbangan historik terkait pusat pemerintahan kerajaan Majapahit.

Yang memilih Kalimantan memberi pertimbangan agar mudah mengakses kawasan timur Indonesia. Salah satu netizen bernama Dharma Putra misalnya, mengatakan:

Kalimantan timur pak, Yang ada (atau bisa dibangun) pelabuhan. Lebih mudah menjangkau Indonesia timur dari sana, apalagi buat Tol Laut.

Di kalimantan timur juga infrastuktur jalan lumayan memadai, (mohon maaf) tidak seprti papua yang masih sulit, jadi bisa menekan biaya tambahan dalam mobilisasi dan berprogres disana.

Terimakasih sudah membuka ruang opini ini pak”.

Sedangkan akun atas nama Yusan Triananda mengatakan:

Kalimantan. Di tengah, bebas gempa, zona waktu wita bisa jadi zona waktu bersama, tanah luas dan relatif datar, tanah juga gak sesubur jawa. (Dirno)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here