Pria Para dan Para Pria Pulau

0
204

TAHUNA-SANGIHE|| Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki keunikan alam dan penghuninya sekaligus. Bahkan dalam hal politik, terkadang dapat menyerempet ke politik identitas, namun pada batasan yang masih sangat normatif. Perilaku yang membentuk karakteristik khusus itu dapat dipetakan. Saya merasa cukup untuk mengidentifikasi dari corak pemimpin yang saat ini sedang berada di puncak pemerintahan. Tentu, saya tidak dalam rangka mendikotomikan apalagi menggiring opini publik ke arah politik identitas. Tapi artikel ini lebih kepada amatan sekilas dari hasil konstruksi daripada perilaku politik masyarakat yang sudah menjadi fakta.

Sebutlah Benhur Takasihaeng yang saat ini diberi kepercayaan menjadi orang nomor satu di Parlemen Sangihe. Beliau adalah pria dari Pulau Para. Sebuah desa mungil pemasok ikan terbesar di Sangihe. Ia terusung menjadi legislator dari PDI Perjuangan sejak dirinya mendapat kepercayaan di Dapil Tahuna-Kendahe, tempat ia bermukim setelah berkeluarga. Pada periode lalu, Putrea Para ini bertarung di Dapil Manganitu, Mangsel, Tamako dan Tatoareng. Ia terpilih. Kemarin saat Pemilu 2019 kembali terpilih. Salah satu basis kekuatan dukungannya, ya dari Pulau Para.

Begitu juga dengan Helmud Hontong, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe saat ini. Beliau juga berasal dari Kecamatan Tatoareng, tempat yang sama dengan Benhur. Hanya saja barangkali berbeda asal pulaunya dan juga berbeda asal partai pengusungnya. Embo berasal dari Pulau Mahangetang yang berdekatan dengan Pulau Para. Jika Benhur konsisten diusung partai merah (PDIP), maka Helmud alias Embo, konsisten diusung partai kuning (Golkar).

Lain halnya dengan Jabes Ezar Gaghana, SE ME, Bupati Sangihe. Beliau memang bukan berasal dari Kecamatan Tatoareng. Tetapi sedikit lebih dekat dengan Tampunganglawo meski boleh dikata kampungnya terisolir di sudut selatan daratan Sangihe. Beliau kalau tidak salah berasal dari Kampung Batunderang, Kecamatan Manganitu Selatan. Jabes lahir dari rahim PDI Perjuangan dan berjaya di pundak Golkar. Ia adalah perpaduan dari dua corak politik yang sangat kental di Negeri Para Bahani Nusa itu.

Para pria dari selatan ini terlihat solid dalam kepemimpinan mereka membawa Sangihe menuju Kabupaten yang bermartabat. (Penulis: Dirno Kaghoo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here