Program Paslon DIBAS dinilai bisa bikin pembangunan infrastruktur di Kendal macet

0
732

KENDAL||Program anggaran 100 juta hingga 300 juta per-dusun per-tahun pasangan calon bupati dan wakil bupati Kendal nomor urut 1, Dico M Ganinduto-Windu Suko Basuki dinilai akan membuat pembangunan infrastruktur di Kendal macet. Alokasi anggaran untuk pegawai non-PNS dan pegawai lepas lainnya juga akan berkurang drastis, berakibat pada pemutusan hubungan kerja.

Demikian isi kertas kerja yang bersubyek, “Masyarakat Kendal Sadar Politik Anggaran”, yang diunggah di KKDP.

Janji akan memberikan anggaran tambahan Rp100 juta hingga Rp300 juta per-dusun per-tahun disampaikan Dico M Ganinduto saat memberikan pengarahan dalam konsolidasi akbar pemenangan yang digelar DPD PKS Kendal Sabtu (26/09/2020).

“Dengan anggaran tersebut setiap dusun akan merencanakan sesuatu sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Harapannya agar pembangunan merata dan sesuai dengan apa yang diinginkan warganya,” tegas Dico.

Tidak hanya akan memberikan anggaran tambahan, pasangan ini juga akan memberikan tunjangan kematian kepada seluruh warga Kendal, tunjangan untuk takmir masjid. “Untuk membangun daerah tidak cukup mengandalkan APBD tetapi harus ada komunikasi dengan pemerintah propinsi dan pusat.

“Harus ada konektivitas dengan program dari porpinsi maupun pusat,” imbuhnya.

Sementara terkait dengan Kawasan ekonomi khusus yang masih belum berjalan dengan baik, pihaknya akan terbuka kepada masyarakat dan investor.

“caranya dengan mempermudah perijinan agar investasi berjalan mudah dan baik. Syaratnya sangat mudah pekerjanya harus orang kendal,” kata Dico yang beristri artis Cacha Frederica ini.

Pada kesempatan yang sama Ketua DPD PKS kabupaten Kendal, Sulistyo Ariwibowo mengatakan bahwa dengan mengusung konsolidasi akbar ini, harapannya pasangan Dibas bisa dikenal oleh pemilih dikabupaten Kendal.

Setelah konsolidasi ini dilaksanakan, tidak ada alasan kader ataupun simpatisan PKS untuk tidak bergerak memenangkan Dibas. “Akan ada sanksi tegas bagi yang tidak bergerak” tegas Aribowo.

Di tengah-tengah isu bukan putra daerah, pasangan calon yang diusung PKS ini baginya adalah sosok muda yang cerdas, berwawasan dan punya jaringan luas. Dengan didampingi dengan Windu Suko Basuki, menjadikan pasangan yang pas untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi kendal.

Mengenai program anggaran tambahan 100 juta sampai-300 juta per-desa per-tahun, banyak warga menilai jauh dari bisa terwukud. “Saya membaca kajian, kok program itu justru akan mengakibatkan pembangunan infrastruktur daerah macet. Padahal sudah dirintis Bu Mirna,” keluh Fatkhur warga Ringinarum. (MAR)

Advertisement