KOMPAQ.ID. SIAU. Masalah kelangkaan dan mahalnya harga BBM di Kabupaten Kepulauan Sitaro tak pernah selesai sejak Kabupaten ini berdiri. Dua periode masa pemerintahan Bupati Toni Supit, hingga saat ini Bupati Eva Sasingen (isteri Toni Supit) sepertinya tidak mampu melakukan intervensi terkait dengan tata kelola distribusi BBM.

Kompaq.id pada awal tahun 2019 mencermati permasalahan ini. Awal tahun ini masyarakat kembali diributkan dengan adanya kelangkaan BBM. Hanya saja, kali ini sangat berbeda jauh dengan situasi sebelumnya.

Awalnya, para kritikus berasal dari kalangan rakyat jelata yang menjadi korban kebijakan dari para pemangku kepentingan. Kali ini seperti ada suara dari para pendukung otoritas di pemerintahan daerah.

Jika dulu, rakyat bertanya ada apa dibalik keadaan langka? Pemkab apa perannya? PT Maranatha apa alasannya? Tetapi kini, Pemkab Sitaro terlihat sedang melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM melalui kapal laut.

Kemarin, sabtu 5/1 tampak Wakil Bupati Jhon Palandung sedang memantau pendistribusian BBM di pantai Ulu. Kompaq.id akan segera mendalami kasus ini dalam liputan khusus.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tarorane, Charvoo Sasela mengkritik manajemen PT Maranatha melalui akun facebooknya, sebagai berikut.

1. Kelangkaan STOK BBM , Terlihat Jelas Pelayanan APMS PT. MARANATHA Yang Buka Penyaluran Sampai saat ini Sejak Jaman Adam dan Hawa Paling lama 1 Minggu dan Bahkan sering Terjadi, KapaL Angkutan BBM Keluar PerAiran Siau Kapal masih Terlihat DiTanjung Pihise, BBM SUDAH HABIS ..!!!

2. Tata Cara Penyaluran BBM yang Masih Pola Jaman Batu, Sistem Palo Palo, dengan Cara ini Justru MeRUGIkan Pihak Konsumen/Pembeli / Masyarakat, Sebab Secara Takaran Ukuran SUDAH TIDAK BERSESUAI-an. KENAPA..?? MENGAPA..?? Kelas PENGECER Dibeberapa Lokasi Dipulau Siau Mampu Meng-adakan
Mesin Dispencer BBM DIGITAL bahkan Sampai 3 Unit dengan Fungsi masing masing JENIS BBM, Akan Tetapi Perusahaan Sekelas PT. MARANATHA, JUSTRU TIDAK MAMPU MENYIAPKANnya..
Memang Benar, Para Pengecer atau Pertamini TIDAK MEMILIKI DASAR BADAN USAHA Yang JELAS, AKAN TETAPI SECARA PENYALURAN, Mereka MASIH LEBIH JUJUR , TIDAK MENIPU MASYARAKAT Dengan UKURAN DAN TAKARAN YANG JELAS…!!!!!!

3. TATA MANAGEMEN PIHAK PT. MARANATHA Terkesan “AMBURADUL”, SEBAB Sulit DiBEDAkan MANA PETUGAS/PEGAWAI PT. MARANATHA sebenarnya dan Mana Yang Sekedar Bantu bantu Tapi Berimbas Pada TIDAK MAKSIMALnya PENYALURAN BBM yang Secara KUOTA SEHARUSnya Dapat Dirasakan Oleh Masyarakat Secara Merata, akan Tetapi DiManfaatkan atau diambil Oleh pihak pihak Tertentu TANPA LEGALITAS, IJIN SECARA JELAS..

4. FAKTA JELAS, Bahwa Sehubungan Dengan PT. MARANATHA TERLILIT HUTANG, Sehingga Menyebabkan Secara Fungsinya Sebagai Distributor BBM yang Memegang Rekomendasi Dari PT. PERTAMINA, Untuk Menyalurkan BBM Di KAB. KEPL. SITARO, TUDAK DAPAT MENJALANKAN FUNGSInya SECARA MAKSIMAL, Sehingga DAMPAK JELAS Terjadi KELANGKAAN, Sebab KETIDAK MAMPUAN SECARA MODAL Dalam Proses PENGADAAN BBM Secara BERKELANJUTAN untuk Pemenuhan Dan Peningkatan Pelayanan Masyarakat..

5. Pembangunan Sentra Penyaluran BBM SEJAK BEBERAPA TAHUN LALU, SAmpai SAAT INI, Yang Terlihat AKAN HANCUR / RUSAK Dimakan CUACA, akan Tetapi BELUM DIOPERASIKAN… ADA APA DENGAN ANDA MANAGEMEN PT. MARANATHA…

6. Dan Banyak Hal Lain yang diTemukan dilapangan Baik Secara Langsung maupun dari Laporan Masyarakat akan Buruknya Permainan permainan KOTOR Penyaluran BBM ini…
BERHARAP SEMOGA, Instansi PENINDAK HUKUM Dapat PROAKTIF Dalam PELAKSANAAN TUGAS, JIKA ADA TEMUAN ATAU INDIKASI PENYIMPANGAN Dari PIHAK PT. MARANATHA Untuk DAPAT di PROSES SECARA HUKUM Yang BERLAKU…!!!!!

Bagi PT. MARANATHA, MENDINGAN PERUSAHAAN ANDA …. ANGKAT KAKI SAJA DARI PULAU SIAU…!!!!!!

Akibat KeBOBROKAN ANDA Maka BerIMBAS Pada PEMERINTAH Yang selalu dianggap Terkesan TIDAK PEDULI Dengan KEDAAAN SAAT INI…

Saya BERHARAP PROSES PENUTUPAN PERUSAHAN ANDA, DAN DITENDANG JAUH JAUH DARI BUMI KAB. KEPL. SITARO, Lebih CEPAT PROSESnya Lebih BAIK…!!!!!!

 



TINGGALKAN KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here