Mengikuti protokol kesehatan, pembelajaran daring SMP N 1 Tareran dibagi dua shift

559

Minsel || KOMPAQ.ID – Dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa ditahun ajaran 2020-2021, SMP Negeri I Tareran melaksanakan rapat dengan orang siswa mengikuti protap kesehatan (15/07/2020).

Dipimpin langsung oleh panitia penerimaan siswa baru Englin Worang S.Pd, Wisye Ratu S.Pd, Frenty Kondoy S.Pd, Heldy M F Kondoy, Johny Kowureng, Yece Dotulung. pelaksanaan rapat dibagi dua shift. Jam 08.00-10.00 dihadiri oleh orang tua siswa kelas 7, serta jam 10.00-12.00 hadir orang tua siswa kelas 8 & 9.

Menurut Englin Worang untuk pelaksanaan belajar mengajar akan dilakukan dirumah tentu dengan kontrol orang tua.

” Mengingat saat ini daerah kita sedang dalam proses pencegahan pademi Covid-19, pembelajaran daring (online) serta luring (kunjungan ke rumah) akan diberlakukan pada tahun ajaran 2020-2021″, ujar Englin Worang yang juga sebagai guru bahasa Inggris di sekolah tersebut.

Pihak sekolah juga mengharapkan agar para orang tua bisa bekerja sama dengan guru – guru untuk mengawasi siswa dalam proses nanti.

” Harapan terbesar kami agar orang tua juga bisa membantu mengawasi pelaksanaan belajar siswa dirumah supaya bisa juga membantu tugas kami sebagai guru “, tambah Wisye Ratu S.Pd.

Untuk pembelajaran mengenai KBMP dibagi dua shift, untuk kelas 7 dimulai jam 8 dan serta kelas 8 & 9 dimulai jam 10. Beberapa saran dari orang tua siswa disampaikan salah tuanya Rensi Tenda menjelaskan, ” Kalau bisa gabungkan siswa didua kampung dibuat kelas dalam satu rumah, dan walikelas harus berdomisili dekat kampung tersebut “, ujar Rensi.

Saran untuk pihak sekolah juga diutarakan oleh Stevie Tampi, yang juga orang tua siswa disekolah tersebut, ” Untuk meteri pembelajaran yang akan diberikan, mungkin sebaiknya diupload ke channel youtube sekolah supaya akan-anak bisa buka berulang kali tema mapel yang akan dipelajari “, jelas Stevie.

Penjelasan untuk pembelajaran metode luring diutarakan oleh Heldy Kondoy, beliau menjelaskan bahwa metode pembelajaran luring akan dilakukan apabila metode daring ada nilai yang kurang.

” Metode luring akan tetap kami laksanakan apabila respon dari metode daring dari siswa kurang, dengan kata lain harus ada home visit atau guru bersangkutan harus melakukan kunjungan dirumah”, ujar Heldy Kondoy S.Pd.