Dinilai “lombo” dalam tindakan, Apakah Pjs Bupati Minsel akan jadi yang ke 12?

457

Minsel || KOMPAQ.ID – Suhu politik di kabupaten Minahasa Selatan sudah hampir seperti panas matahari yang menyengat di siang hari bolong. Begitu perih jika kita berjalan tidak menggunakan pelindung panas.

Tanggal 09 Desember 2020 akan ada pelaksanaan pemilihan kepala daerah baik itu memilih calon pimpinan daerah pada beberapa kabupaten kota 9. Terlebih khusus di Minsel ada Tiga calon Bupati serta Wakil Bupati yang akan bertindak sebagai peserta.

Setelah pasangan Tetty Paruntu dan Frangky Wongkar rehat sejenak untuk cuti kampanye, muncullah seorang Mecky Onibala untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai pejabat Bupati kabupaten Minahasa Selatan.

Onibala yang juga pernah diisukan memihak kepada salah satu calon bupati di Minsel, beliau membawa misi untuk menyukseskan proses pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Minsel mengharuskan beliau untuk membasmi para oknum ASN lingkungan Pemkab Minsel. Hanya selang beberapa hari, sudah terciduk 11 ASN yang di laporkan ke Komisi Aparatur Sipil Nasional.

Namun pada hari Jumat, 9 Oktober 2020 Onibala mengundang para Plt hukum tua serta camat untuk berkumpul di kediamanya didesa Tolok kabupaten Minahasa.

Ternyata pertemuan tersebut beredar foto-foto pejabat Bupati bersama salah satu ASN yang masuk dalam kesebelas oknum ASN yang terbukti memihak pada salah satu calon tertentu. Setelah foto tersebut beredar di media sosial facebook, hampir semua kalangan menilai bahwa M20 tidak tegas karena tidak memberikan sanksi terhadap oknum ASN tersebut.

John Senduk, salah satu tokoh masyarakat Minahasa Selatan menilai Pjs Bupati tidak bisa diandalkan serta bisa dibilang penakut.

” Sudah jelas melakukan pelanggaran tapi masih dibiarkan “, komentar Senduk singkat.

Sikap Onibala dinilai bisa membuat para ASN lain bisa ikut masuk dalam lingkaran sifat pandang enteng serta untuk Ke 11 daftar nama oknum ASN sudah sampai di meja pejabat Gubernur Sulut Agus Fatoni agar bisa ditindaklanjuti.

Ungkapan kekecewaan seorang warga setelah melihat foto yang viral di Medsos.

” Ini Pjs bupati badan besar, suara geros mar lombo reen, Bawaslu so kase rekomendasi tambah bukti malahan dia (Onibala) cuma foto sama-sama no “, tegas ST, warga kecamatan Tareran yang namanya tidak mau disebutkan.



TINGGALKAN KOMENTAR