Pra Natal GPDI Wilayah 64, Onibala Ingatkan “Jangan Golput”

358

Minsel || KOMPAQ.ID – Setiap memasuki bulan Desember, seluruh umat Kristen merayakan hari kelahiran Yesus Kristus yang sering disebut perayaan Natal dan kali ini pada tahun 2020 Jemaat GPDI wilayah 64 Tareran dan Sulta merayakan perayaan menyambut Natal bersama dengan Pejabat Bupati Minsel Drs Mecky Onibala M.Si.

Perayaan Natal tahun ini dibuat secara sederhana serta mengikuti anjuran pemerintah dengan protokol kesehatan (Pakai Masker, Jaga Jarak, Serta Cuci Tangan.

Paling kiri Pdt Johanis Sumendap Gembala Nafiri Sion Lansot

Drs Mecky Onibala M.Si dalam sambutannya (03/12/2020), beliau menekankan untuk selalu mempererat persaudaraan dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah khususnya di kabupaten Minahasa Selatan.

” Haleluya Puji Tuhan, jangan lupa tanggal 9 Desember Nanti tolong datang ke TPS mari gunakan hak suara anda, paling penting hindari itu yang namanya politik uang, jangan hanya karena ego kita terima amplop, akhirnya kita sendiri mengeluh atas pimpinan yang kita pilih “, jelas Onibala.

Sebagai tambahan, Onibala yang juga sebagai sebagai ketua KD Pelayanan Pria GPDI Sulawesi Utara selalu mengingatkan untuk jangan balas kejahatan dengan kejahatan.

” Saya jadi Bupati sudah dua kali tanpa mengikuti pemilu, Puji Tuhan Haleluya, itu hanya anugerah Tuhan, dan saat saya mutasikan 27 hukum, saya dicaci-maki, bahkan ada yang biasa minum kopi dengan saya, dibelakang”dia cerita nda bagus tentang kita, mar kita nda mo balas, tapi kita so tandai “, ungkap Onibala dengan candaan singkat.

Beliau juga sempat bercanda dengan hukum tua desa setempat tentang yang marak adanya ASN yang tidak netral.

Hukum Tua Lapi Barat Denny Worotitjan (Tengah)

” Jang ada yang namanya hukum tua mo suruh-suruh ba paksa pa masyarakat untuk pasang atribut kampanye, mudah-mudahan di sini tidak ada, Iyo to Pak Denny Worotitjan? “, tegas Beliau.

Hadir juga dalam perayaan Natal tersebut Para pimpinan GPDI Wilayah 64 Tareran dan Sulta antara lain Gembala Pdt Johanis Sumendap, hukum tua Denny Worotitjan.



TINGGALKAN KOMENTAR