Akibat kurang komunikasi dengan warga dan BPD Desa Kima Bajo, Plt Kumtua diminta hengkang

413

KIMA BAJO – WORI ||Kisruh pemilihan BPD dan perangkat desa yang melibatkan hukum tua desa Kima Bajo, Kecamatan Wori kini berujung damai. Musyawarah antara hukum tua dan masyarakat Kima Bajo dilaksanakan di Kantor Camat Wori pada hari kamis 25/07/2019 difasilitasi oleh kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa Utara, Bobby Najoan SH. Musyawarah ini berjalan alot.

Najoan meminta kepada pelaksana hukum tua dan masyarakat desa Kima Bajo agar mencari jalan tengah dalam kisruh yang terjadi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Di samping itu camat Wori Edwar Tamamilang, SE mengatakan hal yang sama dengan Najoan.

Kisruh ini terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pelaksana hukum tua Alfian Alitu melaksanakan kebijakan sendiri tanpa melibatkan BPD, perangkat desa serta masyarakat.

“Kurangnya koordinasi Hukum Tua Alfian Alitu mengadakan penunjukan panitia pemilihan BPD dan panitia pejaringan perangkat desa” ujar salah satu warga kepada awak media Kompaq.id.

Saat diberi tanggapan oleh Kadis Sosial dan Pemdes soal kebijakannya itu Alfian Alitu menjelaskan bahwa yang ia lakukan itu sudah sesuai dengan aturan dan regulasi menurut Permendes dan Perbup, sehingga menurut Alitu kisruh ini hanya lahir dari ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang diambilnya.

“Saya tetap berpedoman pada aturan dan regulasi yaitu Permendes nomor 110-115 tahun 2015 dan Perbup nomor 17 tahun 2019” ujar Alitu saat di beri kesempatan oleh camat Wori Edward Tamamilang saat musyawarah bersama itu.

Namun sebagian warga yang hadir tetap pada pendiriannya. Mereka meminta kepada Kadis sosial dan PMD untuk mengganti pelaksana hukum tua.

Akhirnya setelah musyawarah ini lahirlah 7 poin kesepakatan antara pelaksana hukum tua dan masyarakat Kima Bajo untuk sesegera mungkin dilaksanakan oleh Plt. Hukum Tua dalam waktu dekat ini.

Sampai berita ini di turunkan pelaksana tugas hukum tua Kima Bajo Alfian Alitu, tidak mau memberikan komentar kepada awak media.