Rencana Pengembangan “Puncak Lose” di Desa Tola masih terkendala status kepemilikan lahan

0
134
Kunjungan Dinas Paariwisata ke Desa Tola

TOLA-TABUT|| Desa Tola Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu desa yang memiliki luas wilayah cukup besar jika dibandingkan dengan desa lainnya di Kabupaten Sangihe. Salah satu destinasi wisata bernama “Puncak Penenteng” atau pengunjung sering menyebutnya Puncak Lose, termasuk dalam wilayah Desa Tola.

Lokasi wisata ini tak lepas dari perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menaruh perhatian penuh dalam pengembangan sarana prasarana pendukung.

Pada Selasa, 23 Juli 2019 Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwsiata, Jeffry Tilaar, SE. ME mengutus tim kerja khusus Bidang Destinasi Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tola guna penataan lokasi. Tim kerja ini dipimpin oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Yulisye Samalari, S.Pd.

Kedatangan Tim Kerja disambut baik oleh Pemerintah Desa Tola. Kepala Desa Tola Yahya Dandel bersama Tim kerja ini berbincang terkait pembangunan sarana pendukung berupa ruang ganti dan toilet umum.  Hal ini jadi perhatian karena sering menjadi keluhan pengunjung.

Yulisye Samalari, S.Pd mengatakan bahwa Koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan agar ketika sarana pendukung ini sudah dibangun bisa dimanfaatkan oleh pengunjung dan mendapat perhatian dari pemerintah desa dalam mengelolanya.

Kepala Desa Tola, Yahya Dandel menerangkan bahwa sesungguhnya lokasi lahan untuk pembangunan tersebut saat ini statusnya diklaim oleh 2 (dua) orang pemilik.

“Saat ini salah satunya sudah meng-iyakan utk dibangun, namun jika satunya lagi menolak; pasti akan jadi masalah kedepannya”, kata Kades.

Itulah sebabnya Kades Tola tidak bisa mengambil keputusan untuk mengiyakan pembangunan sarana pendukung tersebut, sebelum dia berbicara dengan pemilik lahan yang satunya lagi.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Yulisye Samalari, S.Pd memahami maksud Kades Tola. Kabid Samalari berharap setelah pertemuan ini, pemerintah desa dapat memberi informasi lanjutan, agar nanti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe segera dapat melaksanakan pembangunan guna kepentingan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here