Sebelum menjadi Kampung Dame, dulunya Kampung Luhu, Begini sejarah pemerintahannya

0
307
Job Mitusala, Kapitalau Kampung Dame

DAME-SIAU TIMUR|| Ada sebuah Kampung di Timur Siau. Kampung itu dulunya masih satu dengan Kampung Tatahadeng. Namun seiring berjalannya waktu dan jumlah penduduk yang semakin bertambah maka Kampung Tatahadeng (sekarang menjadi Kelurahan Tatahadeng) mengalami pemekaran. Hingga akhirnya Dame memisahkan diri dari Tatahadeng dan resmi berdiri sendiri sebagai kampung definitif di tahun 1938.

Dikutip dari dokumen Kampung Dame, nama Kampung Dame diambil dari nama tumbuhan yaitu kayu yang bernama ‘Kayu Luhu’ yang artinya “mendamaikan” dan tumbuhan ini mempunyai peranan penting yaitu sebagai obat untuk merawat, menjaga usus atau rahim kaum perempuan setelah melahirkan. Tumbuhan ini dianggap pula sangat berkhasiat dalam kehidupan kaum perempuan setelah persalinan. Maka oleh orang tua kala itu nama tumbuhan ini dijadikan nama kampung hingga sekarang ini.

Kantor Kampung Desa Dame

Perkembangan demi perkembangan terjadi bahkan kepadatan penduduk semakin bertambah sehingga pada tahun 2004 dengan berbagai pertimbangan yang salah satunya adalah pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka Kampung Dame yang terdiri dari lima dusun dimekarkan menjadi 2 Kampung yakni Kampung Dame Induk dan Kampung Dame 1. Setelah adanya pemekaran kampung maka pemetaan wilayah Kampung Dame Induk. Luas wilayah Dame induk sebesar 225 Ha dengan tiga (3) wilayah lindongan.

Namun ditahun 2013 kembali dilakukan pemekaran lindongan menjadi 5 lindongan dan Kampung Dame Induk sebelah utara berbatasan dengan Kampung Karalung 1, sebelah timur berbatasan dengan Laut, sebelah selatan berbatasan Kelurahan Tatahandeng, dan sebelah barat berbatasan dengan Kampung Dame 1.

Sejak menjadi kampung yang berdiri sendiri ditahun 1938, Dame memiliki pemimpin. Inilah urutan para Kapitalau yang pernah mengabdi di Kampung Dame. Yohanis Tacazili menjadi Kapitalau pertama di Kampung Dame.

Beliau memerintah dari tahun 1938 sampai dengan 1943. Jabatan Kapitalau selanjutnya didaulat kepada Wiru Agama dari tahun 1943 – 1947. Lalu Muhaling Tamakasighu menggantikan Agama dan menjabat dari tahun 1947 – 1949, berikutnya adalah Gereuw yang memerintah dari tahun 1949 – 1953. Sandala adalah Kapitalau ke lima yang menjabat di Kampung Dame menjabat dari tahun 1953 – 1956 dan digantikan oleh Gonggalang di tahun 1956 – 1957. Setelah setahun menjabat Gonggalang digantikan oleh Stef Muloke selama setahun juga yaitu dari tahun 1957 – 1958.

Setelah Muloke tampuk jabatan kapitalau berikutnya dipercayakan kepada Jacob Mitusala dari tahun 1958 – 1964. Azer Manggi mengantikan Mitusala di tahun 1964 dan menjabat sampai dengan 1969 dan dilanjutkan oleh Eduard Tamaka dari tahun 1969 – 1975. Setelah Tamaka, Abdon T.Joseph didaulat menjadi kapitalau Kampung Dame dan memimpin dari 1975 – 1979 dan digantikan oleh Constantien Emping di tahun 1979 – 2000.

Pasvil Muloke menjadi Kapitalau Kampung Dame ke 13 yang memimpin dari tahun 2000 – 2005 dan dimasa kepemimpinan beliau Dame dimekarkan menjadi 2 kampung yaitu Dame Induk dan Dame 1. Setelah Muloke, Job Mitusala dipercayakan rakyat Dame untuk mengemban tanggungjawab sebagai Kapitalau Kampung Dame. Job Mitusala memerintah dari tahun 2005 sampai dengan sekarang.

Penulis: Demsi Laluas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here