Sejarah pemerintahan Kampung Lehi

0
157

LEHI – SIAU BARAT || Kampung Lehi adalah sebuah kampung yang administrasi pemerintahannya tergabung di Kecamatan Siau Barat. Dulunya Kampung Lehi masih satu dengan Kampung Kalumpang 1 yang pemerintahannya berpusat di Kota Ondong. Namun karena tuntutan dari masyarakat kala itu, maka Raja Manalang Dulag Kansil memekarkan Lehi menjadi kampung yang berdiri sendiri dan Raja mengangkat A. Patonting untuk memimpin kampung Lehi.

Mengapa pemimpin Kampung Lehi harus sesuai perintah Raja? Karena diwaktu hanyalah raja yang mempunyai kuasa untuk menunjuk/mengangkat dan memberhentikan pimpinan/pejabat.

A Patonting memerintah selama setahun yakni dari tahun 1914 sampai tahun 1915. Lalu raja mengangkat T. H. Paulus untuk memimpin Kampung ‘Kenari’ ini. Beliau menjabat dari tahun 1915 sampai tahun 1917.

Pemimpin ketiga yang diangkat raja ialah Z. Kaensige. ia menjadi pemimpin di Kampung Lehi dari tahun1917 sampai dengan tahun 1929.

A. Tamara adalah kapitalau selanjutnya yang memerintah dari tahun 1929 sampai tahun 1932 dan dilanjutkan oleh M. Salindeho dari tahun 1934 sampai dengan 1939 lalu sang raja kembali menitahkan A. Tamara untuk memimpin Kampung Lehi dari tahun 1939 – tahun 1944. H. Minggu adalah orang selanjutnya yang menerima mandat dari pemegang kekuaaan kala itu. Minggu memimpin Kampung Lehi dari tahun 1944 – tahun1948 dan P. Pontoh adalah orang terakhir yang menerima tugas dari penguasa untuk menjadi kapitalau karena setelah ini masyarakat telah diberi kewenangan untuk menentukan pemimpinnya sendiri atau telah diberlakukannya sistem pemilihan langsung dan status daerah pada saat itu diberi istilah status tingkat dua yang meliputi wilayah Sangihe, Talaud dan Sitaro.

Pada saat pemilihan langsung, N. Toli dipercayakan rakyat Lehi untuk menjadi kapitalau dan memerintah mulai tahun 1950 – tahun 1956 lalu digantikan oleh O. Toli dari tahun 1956-1976 dan dan dilanjutkan oleh Th. Palandung di tahun 1976 sampai dengan tahun 1977 K. Salenda menjadi kapitalau selanjutnya menggantikan Th. Palandung dan menjabat dari tahun 1977 – tahun 1981 lalu diteruskan oleh F. Tawera yang menjabat kurang lebih setahun saja yakni dari tahun 1981 sampai tahun 1982 dan digantikan oleh H. T. Lumiu dari tahun 1982 – tahun 2001. Lalu ada juga M. Salindeho yang menjadi kapitalau dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2007 dan digantikan oleh kapitalau perempuan pertama di Kampung Lehi ini. Beliau ialah Y. T Lumiu. Srikandi ini telah menjabat selama dua periode yaitu dari tahun 2007 sampai tahun 2012 dan periode kedua dari tahun 2012 sampai dengan sekarang.

Kampung Lehi memiliki luas wilayah sebesar 280 ha dan jarak tempuh kira-kira sejauh 3 kilometer dari pusat kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten. Kampung ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 517 jiwa yang tersebar didua lindongan yakni lindongan satu (1) sebanyak 256 jiwa dan lindongan dua (2) sebanyak 261 jiwa.
Lewat kepemimpinan uto Y. Lumiu perkembangan pembangunan terus digiatkan. Berkat tangan dingin Lumiu, Kampung Lehi semakin berubah dan terus berbenah diri dengan bermodalkan sikap demokratis serta merangkul semua masyarakat dalam menjalankan kepemimpinannya. Hal ini dibuktikan dengan kepercayaan masyarakat yang mempercayakannya menjadi kapitalau selama dua periode.

Disaat berbincang dengan kru Kompak.id, ia berkata bahwa tidak mudah menjadi seorang pemimpin dan banyak sekali dinamika dihadapi namun dengan tekad keras dan hati yang lembut dijadikan sebuah kekuatan untuk maju membangun Kampung Lehi menjadi kampung yang maju.

Penulis: Heriwan Kasiahe
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here