Pemkab Sangihe warning kinerja OPD dalam Program Medaseng

0
144

TAHUNA-SANGIHE|| Rapat Evaluasi Kegiatan Medaseng, yang dihelat senin, 24 Juni 2019 dibuka oleh Ass 1 Drs. I. Sombounaung sebagai moderator guna menanggapi kritikan dan saran dari masyarakat akan manfaat kegiatan Medaseng yang sesungguhnya. Menanggapi hal ini Bupati Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana,SE,ME menuturkan bahwa kegiatan Medaseng merupakan bagian dari pendekatan pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat guna menyerap aspirasi masyarakat. Namun untuk meningkatkan manfaat dari kegiatan ini, setiap SKPD harusnya sudah memetakan dan tahu situasi wilayah yang akan dikunjungi.

“Agenda kegiatan Medaseng berikutnya bertempat di Tabukan Selatan, tepatnya di Desa Laotongan. Maka tiap SKPD sudah wajib mempersiapkan hal-hal teknis terkait perannya masing-masing, agar hasil yg dicapai oleh kegiatan ini terukur dengan angka-angka pasti dari setiap lokasi yang dikunjungi. Misalnya Dinas Pendidikan harus tahu pasti angka putus sekolah dan fasilitas penunjang apa yg ada dilokasi tersebut. Dinas Kesehatan setelah melaksanakan pelayanan pengobatan gratis wajib melakukan pendataan terkait jumlah pasien serta keluhan penyakit agar terdata guna hal-hal teknis terkait selanjutnya. Checking Up ketersediaan MCK atau jambanisasi melaui peran dana desa terkait “STOP BABS”.
Ini jadi fokus untuk semua SKPD yang ada, lakukan diskusi/rapat singkat terkait rencana sebelum turun “medaseng” agar ada hasil yang dilihat sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan, jangan hanya datang begitu saja” tegas Bupati.

Gaghana menambahkan, dengan begitu bisa diketahui indeks kepuasan masyarakat terhadap Program Medaseng ini sebagai inovasi pelayanan publik. “Jangankan kegiatan “Medaseng”, Program “2 Days No Rice” tidak lepas dari kritikan publik bahkan ada yg membandingkan dengan perhitungan harga umum, yakni beras 1 kg Rp. 15.000 bisa untuk makan sehari ketimbang umbi-umbian Rp. 20.000 yang hanya sekali makan, imbuhnya.

“Untuk hal-hal seperti ini ataupun kritikan yang tidak membangun, diacuhkan saja. Nanti akan diam dengan sendirinya. Namun jika ada hal yang sudah keterlaluan wajib dilaporkan” tegas JEG.

Di rapat ini dibahas juga terkait pencapain kinerja dari tiap OPD melalui hasil dari kegiatan Medaseng yang terukur dengan Anjab sebagai ukuran kinerja SKPD. Adapun penyerapan anggaran yang akan memasuki triwulan ketiga pada 1 Juli 2019 harusnya sudah diangka 60%, mala jauh dari target, kata Sekda Edwin Roring, SE, ME di kesempatan yang sama.

Tanggapan dan respon beragam dari SKPD pun bermunculan ketika diberi waktu oleh moderator guna penjelasan terkait kinerja mereka. Mengakhiri rapat, Bupati Jabes Ezar Gaghana, SE,ME menegaskan “Semua SKPD wajib saling koordinasi guna lancarnya pembangunan didaerah kita, jgn lagi saling menyalahkan” tutupnya.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here