Sekilas asal nama Kampung Mala dan sejarah pemerintahannya

0
211
Kantor Kampung Mala Kecamatan Siau Timur Selatan Kabupaten Kepulauan Sitaro

MALA-SITIMSEL|| Kampung Mala, dulunya adalah sebuah dusun yang tergabung dengan Kampung Sawang. Pada tahun 1922 dilakukan pemekaran. Mala melepaskan diri dari induknya dan membentuk Kampung Mala yang otonom. Nama Mala diambil dari bahasa daerah Siau “malane”, yang berarti lembah. Lembah itu menjadi pembatas alami mencakup wilayah yang disebut salu balang, kalea sampai salu tuwa.

Desa mala ini di pimpin Oleh kepala desa sebagai berikut:

  1. Theopilus natari
  2. Y. Mangague
  3. Naftali Laheping
  4. Zadrak Pande
  5. F. Anise
  6. F. Laheping
  7. Efrain Tumbio
  8. Lorens Muhea
  9. Yonar Mangangue
  10. Theodorus Manuahe
  11. Dolius Henok
  12. Ismail Hengkeng
  13. Yosep Wilade
  14. Jakson Kuemba
  15. S.T. Makagansa
  16. A. Pangke
  17. Gustin Tumbio 1991-1999
  18. Jop Tahulending 1999-2007
  19. D. Bawonte 2007-sampai sekarang.

Keterangan yang dihimpun dari Dj. M. Takarunduhang selaku sekretaris kampung, mengatakan: pada masa kepemimpinan H. D. Bawonte, infrastruktur yang dibangun sejak 2016 antara lain MCK 5 unit, jalan setapak 100 meter dan talud di Lindongan 3. Pada tahun 2017, ia membangun drainase di Lindongan 4 sepanjang 137 meter, merehabilitasi jalan setapak 200 meter dan lebar menjadi 2 meter. Kemudian membangun talud 51 meter. Ia juga membangun saluran drainase di Lindongan 4 sepanjang 55 meter dan melakukan pelebaran jalan di lindongan 1 dan Lindonan 2 dengan total panjang 265 meter dan lebar 1 meter.

Pada tahun 2018, ia membangun drainase di lindongan 2 dengan panjang 76 meter. Pada Masa pemerintahannya, masyarakat diberikan bantuan berupa meteran dan instalasi listerik untuk l40 rumah yang tersebar di Lindongan 1 sampai Lindongan 5. Pada tahun ini ia masih membangun talud di Lindongan 3 dan 4 serta merehabilitasi gedung kantor desa.

Populasi penduduk Kampung Mala berjumlah 736 jiwa, terdiri dari laki-laki 364 jiwa dan perempuan 372 jiwa yang terhimpun dalam 225 Kepala Keluarga.

Masyarakat desa malah sendiri bergantung pada hasil perkebunan pala. Ada pula yang bergantung dari hasil laut, tapi hanya sebagian kecil. Kampung ini memiliki luas wilayah 210 hektar dengan letak geografisnya, di sebelah utara berbatasan dengan Kampung Lahopang, di sebelah barat dengan Kampung Pangilolong, di sebelah timur laut dan selatan berbatasan dengan Kampung Binalu.

Penulis: Cendri Horonis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here