Sekilas kisah Desa Karalung dan Monumen Garuda dengan Pancasila di dadanya

0
486

KOMPAQ.ID-KARAĻUNG-SIAU TIMUR||Bila Anda berkunjung ke Pulau Siau, akan tampak menjulang tinggi puncak Karangetang. Salah satu Gunung Api paling aktif di dunia itu seperti selalu terjaga dari setiap kunjungan wisatawan. Anda pasti akan berlabuh di kaki Gunung yang sempat dibaptis oleh misionaris dengan nama Yohanes itu.

Sekira satu kilometer ke arah utara, anda akan melewati lekak-lekuk jalan yang meliuk seperti sedang melintas otot-otot bumi. Hanya ada satu lekukan menikung yang dijumpai berdiri tegak monumen Garuda dengan Pancasila di dadanya. Pasti Anda sudah berada di desa bernama Karalung.

Menurut tuturan tetua kampung, dahulu kala ada seorang raja yang memerintah di Pulau Siau. Sang raja melakukan perjalanan dinasnya mengelilingi wilayah Pulau Siau dan melewati rute dari Pelabuhan Ulu menuju ke arah Siau Utara.

Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba sang raja memerintahkan kepada pembantunya seorang “tumondo” (pembawa arah perjalanan) untuk mampir di suatu pantai. Sang tumondo membuang sauhnya dan merasa heran sambil berkata dalam bahasa daerah dengan menyebut “karalung” (dalam sekali). Perkataan itu didengar oleh raja kemudian raja menamakan daerah dan pantai tersebut dengan nama Karalung.

Kampung Karalung berdiri pada tahun 1915 dimana sebelumnya kampung tersebut merupakan anak Kampung Tatahadeng yang dikenal dengan sebutan Tatahadeng III. Seiring waktu, terjadi pertumbuhan penduduk dan perluasan wilayah pemukiman, maka atas pertimbangan tersebut para pemuka/tokoh masyarakat di Dusun Tatahadeng III menyatakan diri untuk berdiri sendiri dengan merubah nama kampung dari Tatahadeng III menjadi Kampung Karalung.

Berikut ini deretan nama Kepala Desa yang pernah memimpin Kampung Karalung:
1. Sambenthiro 1914 -1920
2. Aling Yanis 1920 – 1930
3. Petrus Salekede 1930 – 1947
4. Yakobus Bataha 1947 – 1948
5. George Takahindangeng 1948 – 1951
6. Yohanis Lumonang 1951 – 1966
7. Paulus Kabuhung 1966 – 1968
8. Yohanis Katampuge 1968 – 1975
9. Daud Makikama 1975 – 1977
10. Hamlet Kalangit 1977 – 1979
11. Wemprit Yanis  1979 – 1986
12. Taks Katampunge 1986 – 1989
13. Esrom Pontoh 1989 – 2007
14. Roy R. Karame 2007 sampai sekarang.

Kampung Karalung adalah tempat asal dari beberapa tokoh pergerakan nasional yang berjuang dalam masa revolusi. Sebut saja salah satu tokoh nasionalis terkemuka yang tinggal di Manado, Esli Salakede berasal dari Kampung Karalung. Itu sebabnya, monumen Garuda dibangun di tempat ini sebagai simbol nasionalisme hidup disini.

Penulis: Demsi Laluas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here