Sekilas sejarah dan profil kampung Rendingan

0
152

RENDINGAN – TABTENG || Kampung Rendingan adalah sebuah kampung yang terletak di Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Sangihe. Kampung ini memiliki pemandangan Pantai Pamengketang yang mempesona. Lalu adapula tambatan perahu yang di bangun pemerintah Kampung Rendingan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para pengunjung Pantai Pamengketang yang berada di Kampung Rendingan.

Menurut salah satu tokoh penggagas terbentuknya Kampung Rendingan yang juga merupakan Kapitalaung pertama Kampung Rendingan, Hutman Mamondol, Nama Pantai Pamengketang berasal dari suku kata bahasa daerah Sangihe yakni “pemamengketang” yang berarti tempat mengangkat perahu setelah melaut. Dari situlah pantai tersebut di namai Pamengketang. Sedangkan Kampung Rendingan berasal dari nama dua tempat yang berada di kampung tersebut yaitu di sebelah utara yang bernama Rending dan di sebelah selatan bernama Nanaiang. Lalu digabung dan disempurnakan menjadi Rendingan.

Kampung Rendingan terbentuk pada tahun 1995 dan merupakan pemekaran dari Kampung Induk Tariang Baru. Hutman Mamondol dipercayakan menjadi kapitalaung sampai tahun 1997 dengan status kampung persiapan. Lalu pada tahun 1997 status kampung berubah menjadi definif dan Mamondol kembali memimpin Rendingan. Ia menjabat selama 3 periode yakni sampai tahun 2013.

Pada tanggal 28 November 2013 dilaksanakan pemilihan kapitalaung yang dimenangkan oleh Abdul Rahman Nagaring. Namun adanya kesalahan administrasi internal di kampung tersebut maka pelantikan kapitalaung di tunda hingga 22 Agustus 2016, Abdul Rahman Nagaring dilantik dan ditetapkan sebgai kapitalaung Kampung Rendingan.

Masyarakat Kampung Rendingan memiliki populasi penduduk sebanyak 513 jiwa yaitu 146 KK yang tersebar di dua (2) lindongan dan memiliki luas wilayah 48 hektar. 65% masyarakanya adalah nelayan, 20% petani dan 15% lainnya pekerja serabutan. Pada tahun 2018 lalu Abdul Rahman Nagaring membangun jalan rabat beton menuju tambatan perahu dan melanjutkan pembangunan tambatan perahu serta tanggul pengaman pantai. Di sisi pemberdayaan, Opolao Nagaring memberikan bantuan berupa mesin pangkas rumput kepada kelompok tani. Untuk tahun 2019 Nagaring juga akan membangun jalan produksi ke lahan perkebunan warga sepanjang 282 meter dan drainase 50 meter. Ia juga akan memberikan bantuan untuk kelompok pertukangan berupa 10 unit alat pertukangan dan kelengkapannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here