Sekilas Tentang Naha Satu Kecamatan Tabukan Utara

0
239
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

NAHA SATU – TABUKAN UTARA|| Kemarin siang (13/6) sekitar pukul 13.30 wita, suasana di Kantor Desa  Naha Satu terlihat sangat sibuk. Meja dan kursi terlihat baru saja dirapikan. Seakan baru selesai kegiatan penting. Dengan penuh percaya diri saya masuk kedalam kantor dan bertanya keberadaan Kapitalaung Naha 1 pada beberapa orang yang sedang membereskan meja dan kursi lainnya. Tak berlangsung lama, Kapitalaung Naha Satu, Jublius Mendome keluar dari ruangan langsung menyapa saya dengan hangat dan mengajak makan siang. Karena kebetulan jamuan makan setelah kegiatan tersebut masih ada dimeja makan.

Sembari makan kami berbincang akrab, karena Mendome sudah kenal dengan saya sebelumnya, saat meliput beliau pada kegiatan sepak bola U 10 & U12 lalu. Ternyata kegiatan yang dihelat barusan adalah sosialisasi bantuan rumah kepada penduduk miskin melalui pemerintah Sangihe. Saya langsung saja mengarahkan perbincangan kami seputar asal muasal desa sebagaimana strategi redaksi yang ditugaskan.

Menurut keterangan Mendome, pada mulanya Naha Satu menginduk di Desa Naha. Naha Satu adalah desa hasil pemekaran pada tahun 2008. Kapitalaung pertama adalah penjabat sementara, yaitu Samuel Rumopa. Beliau menjabat selama 2 tahun sejak 2008 sampai 2010. Kemudian dilakukan pemilihan langsung dan beliau terpilih menjadi Kapitalaung Naha 1 definitif yang memerintah pada periode 2010 -2015. Pada periode 2015-2017 pemerintahan desa Naha Satu diisi oleh penjabat sementara, Jitro Manenggek. Lalu diadakan pemilihan tahun 2017 dan terpilihlah Jublius Mendome yang memimpin pemerintahan Naha Satu sampai sekarang ini, tutur Mendome.

Ihwal nama kampung, Mendome mengisahkan, “sebelum pisah dari Naha Induk, nama Naha sebelumnya adalah Sahabe yang berarti hangus karena terbakar. Itu dilatari dari Bencana Alam letusan gunung api “Awu” pada tahun 1949. Seluruh wilayah Naha saat itu hangus terbakar, sehingga disebut “nasahabe“. Setelah itu nama Sahabe berubah menjadi Naha”, tutup pria kelahiran Naha,  12 September 1971 itu.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here