Seluruh desa di Sitaro bakal punya website masing-masing

0
181

ONDONG-SITARO ||Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Dinas Informasi dan Komunikasi menggelar acara tahap kedua bimbingan teknis pembuatan sistem informasi desa terpadu, pada Kamis, 27/6/2019 tadi. Hal ini merupakan kerja sama antara dua kementerian yakni Kementerian Kominfo dan Kementerian Desa.

Peserta kegiatan bimbingan teknis ini dibagi tiga kelompok. Kelompok 1 terdiri dari 30 peserta yang berasal dari 30 desa, Kelompok 2 terdiri dari 30 peserta dari 30 desa juga serta yang ketiga terdiri dari 22 peserta dari 22 desa.

Acara dilaksanakan selama tiga (3) hari dan dipusatkan di Auditorium Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, di Ondong.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Infokom Daerah, Drs Wilman Pangulimang saat ditemui disela-sela acara penutupan mengatakan, “Pelaksanaan acara bimbingan teknis ini bertujuan untuk pembuatan sistem komunikasi desa yang saling terkoneksi antara desa. Melalui pembuatan website dan data kependudukan desa yang akurat. Artinya sifat informasinya terpadu bagi desa dan pemerintah daerah serta kepada masyarakat dan sebagai penyelenggara kegiatan ini, yaitu: Dinas Kominfo (Bidang Komunikasi dan Informasi Publik) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

Yang menjadi instruktur/pelatih adalah tim ahli dari BAHTII (Badan Ahli Teknologi Informatika) Jakarta dengan rekomendasi dari Kementerian Kominfo. Dari pantauan Kompaq.id, peserta adalah orang-orang yang menjadi perangkat kampung yang bisa atau paham IT atau mereka yang bekerja sebagai operator kampung.

Wilman Pangulimang, Plt Kadis Kominfo Sitaro

Tampak peserta sangat antusias mengikuti acara dimaksud dan tim ahli dari BAHTII yang berjumlah 2 orang juga nampak sibuk memberikan pelatihan bagi peserta.

Tim Kompaq.ID berhasil mewawancarai salah satu pelatih yang bernama Riswandy. Dalam wawancaranya dengan tim Kompaq.id, beliau mengatakan bahwa, “untuk saat ini kami sudah berada di dua tahap untuk mentraining desa dan sudah 60 desa yang memiliki websitenya sendiri. Kami sudah ditahun kedua. Kedepannya ditahun yang ketiga masih tersisa 23 desa untuk Kabupaten Sitaro yang belum. Dan mudah-mudahan kedepannya seluruh desa-desa yang ada di Kabupaten Sitaro ini bisa dipenuhi semuanya dan mereka sudah memiliki media sendiri dalam hal ini pengelolaan website” Ujar Riswandy.

Riswandi, Instruktur Pelatihan

Riswandy menambahkan “Tujuannya adalah yang pertama, desa akan memiliki medianya sendiri yang bisa memberikan informasi kepada dunia luar yang terintegrasi satu desa ke desa yang lain, agar semua kegiatan dalam desa termasuk juga sistem pengelolaan anggaran dana desa dapat dilaporkan. Yang kedua adalah adanya database desa tentang statistik desa termasuk data pertumbuhan penduduk di desa itu sendiri” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Infokom juga sudah mengajukan proposal tentang alat komunikasi berupa Wifi maupun optik dan mudah-mudahan segera dipenuhi oleh Kementrian Kominfo untuk Kabupaten Sitaro sehingga ditahun 2020 Sitaro sudah memiliki Sistem Informasi yang berkualitas.

Penulis: Heriwan Kasiahe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here