Di tangan pemimpin perempuan, pembangunan Desa Kalihiang kian terdepan

0
136

KALIHIANG-SITIMSEL||Ghalibnya istilah Kapitalau adalah predikat yang maskulin. Lantaran kata Kapitalau sejatinya berasal dari predikat sebutan Kapten Laut, yaitu nahkoda kapal. Nilai tradisi bahari yang kental kemaskulinannya itu kini bergeser menjadi feminism. Meski terasa agak aneh menyebut kapitalau terhadap seorang kepala desa perempuan, tapi masyarakat sudah harus melatih diri pada hasil pergeseran dari nilai emanispatoris ini.

Adalah Miske Mandahi, Kapitalau Desa Kalihiang Kecamatan Siau Timur Selatan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Saat dikunjungi di kantornya Jumat, 14/6 mengisahkan latarbelakang lahirnya desa yang dipimpinnya.

“Desa Kalihiang menjadi kampung definitif pada tahun 2002. Hasil pemekaran dari kampung Biau. Yang menjadi kades pertama adalah Nifernetson Natari. Beliau memimpin sampai 2010. Beliau langsung tanpa melalui proses pemilihan langsung. Sewaktu diangkat menjadi Kapitalau Kalihiang, beliau belum pernah menjabat sebagai aparatur kampung, tapi kerelaannya sendiri mengabdi. Karena tak ada masyarakat kampung Kalihiang yang bersedia memimpin waktu itu. Kepemimpinan beliau berlangsung selama dua periode dengan kepercayaan penuh warga Kalihiang” kisahnya.

Pada masa kepemimpinan Natari, banyak infrastruktur yang dibangun. Talut, jalan lingkar kampung dan kantor desa. Padahal anggaran kala itu masih amat minin jumlahnya. Usai kepemimipinan Natari diganti oleh Miske Mandahi pada tahun 2011 samapi sekarang.

Rumah bagi warga kurang mampu di Desa Kalihiang

Mandahi pun memimpin Kalihiang selama dua periode berjalan. Ia mendapat kepercayaan warga kampung kalihiang yang memiliki jumlah jiwa 268 orang itu. Lengkapnya laki-laki 141 orang dan perempuan 127 orang yang tersebar di 3 (tiga) Lindongan.

Selama masa pemerintahan Mandahi, infrastruktur yang telah di bangun menjadi lebih banyak lagi. Ada jalan stapak kebun, rehabilitasi kantor desa, drainase, talut penahan tanah, Puskesdes, PAUD, rumah tinggal layak huni, jalan desa, pengadaan perahu dan katinting, Pos kamling, Sumur gali, dan Pengadaan air bersih. Semuanya bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

Penulis: Cendri Horonis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here