Siapa lima orang misterius yang mendirikan kampung Lehi? Begini ulasannya

Kampung Lehi beraasal dari nama pohon kenari yang dihuni oleh lima orang misterius. Kelima orang itu diduga adalah nenek moyang orang Lehi.

0
153
Kantor Kampung Lehi Kecamatan Siau Barat Utara Kabupaten Kepulauan Sitaro. Fotografer Stif Lahengking

LEHI-SIAU BARAT||Kampung ini mempunyai nama yang unik. Karena nama tempatnya diambil dari nama sebuah pohon yang buahnya bercangkang keras, namun daging buahnya sangatlah lezat jika dicampurkan pada kue basah atau minuman kopi atau makanan lainnya. Kampung yang terletak di Siau bagian barat ini bernama Kampung Lehi.

Berdasarkan cerita orang tua dahulu, nama “Lehi” pertama kali disematkan oleh lima orang yang menghuni tempat itu. Masyarakat Kampung Lehi meyakini bahwa ke lima orang itu adalah nenek moyang dari orang Lehi.

Konon, Kampung Lehi dulunya adalah hutan belantara dan kelima orang itu hidup di alam bebas (tidak memiliki rumah tinggal). Sehari-hari mereka bernaung di bawah pohon besar. Oleh mereka berlima, pohon besar itu dinamakan “Kalu Lehi” yang dalam bahasa Indonesia berarti Pohon Kenari.

Bisa jadi kelima orang yang dimaksud dalam kisah ini, berkaitan pula dengan kelima balageng yang pernah disebut oleh penulis buku bernama H.B. Elias. Elias menulis sejarah tentang Pehe yang didiami oleh sekelompok keluarga yang terdiri dari lima garis keturunan. Kelima garis keturunan itu adalah nenek moyang orang Pehe. Pehe lokasinya sangat dekat dengan Lehi.

Pohon kenari adalah pohon yang tingginya bisa mencapai 45 meter dan tumbuh di hutan primer. Lehi berakar tunggang dan berbuah. Pohon kenari itu masuk dalam genus Canarium. Jika masih muda buahnya berwarna hijau dan jika sudah tua berwarna hitam. Buahnya terdiri dari cangkang yang keras dan daging buah yang putih.

Dulunya Kampung Lehi tergabung dengan wilayah kerajaan dan satu wilayah dengan Kampung Kalumpang 1 yang pusat pemerintahannya berada di Ondong. Saat Raja Manalang Dulag Kansil masih dalam kendali raja di Kerajaan Siau pada tahun 1900, dan diwaktu itu titah raja adalah suatu hal yang harus dituruti oleh rakyat. Kampung Lehi ini berdiri pada tahun 1914 dan pemimpinnya ditunjuk langsung oleh Raja.

Penulis: Heriwan Kasiahe
Editor: Nia Biringang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here