Tahukah Anda? Tahun 2021 Minut Berhasil Bangun 23 Desa Mandiri Dari 125 Desa

0
260

KOMPAQ.ID|MINAHASA UTARA||Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan pembangunan desa dengan akselerasi yang relatif cepat. Terlihat jelas dari hasil pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) dua tahun terakhir.

Kabupaten Minut memiliki 125 Desa yang berada dalam 10 wilayah Kecamatan. Pada 2020 Kecamatan Kauditan dan Kalawat berstatus maju, kemudian Kauditan menjadi Mandiri pada 2021. Sedangkan Kecamatan Dimembe, Likupang Timur, dan Talawaan dengan status berkembang pada 2020, berubah menjadi Maju pada 2021. Lima kecamatan lainnya, Kema, Likupang Selatan, Likupang Barat, Airmadidi dan Wori masih bertahan di status berkembang. Kesepuluh kecamatan tersebut berkembang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,96%.

Perkembangan pada level desa, diketahui saat ini Minut masih mempunyai 5 desa tertinggal dari 9 desa di tahun 2020 lalu. Desa Berkembang pada tahun 2020 sebanyak 70 berukurang menjadi 51 desa pada tahun 2021. Desa Maju pada tahun 2020 sebanyak 41 bertambah menjadi 44 desa pada tahun 2021. Dan lebih hebat lagi, Desa Mandiri tahun 2020 sebanyak 3 desa berubah menjadi 23 desa.

Pada kategori Desa Tertinggal (9 desa) diketahui terdapat 3 desa tertinggal tahun 2020, tetap tertinggal 2021 dengan pertumbuhan 0%, 2 desa tertinggal tetap tertinggal 2021 dengan pertumbuhan 6.30% dan terdapat 4 desa tertinggal 2020 berubah menjadi desa berkembang 2021 dengan pertumbuhan rata-rata 11,79%.

 

 

 

 

 

 

 

Dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa pengentasan Desa Tertinggal di Minahasa Utara berlangsung optimal selama tahun 2021, karena seluruh desa tertinggal tidak ada yang pertumbuhannya minus.

Pada kategori desa berkembang (70 desa), terdapat 47 desa berkembang 2020 yang tetap berkembang pada 2021 dengan pertumbuhan positif rata-rata 5,64%. Terdapat 22 desa berkembang 2020 berubah menjadi desa maju pada tahun 2021 dengan pertumbuhan rata-rata 9.27%. Dan terdapat 1 desa berkembang 2020 berubah menjadi desa mandiri dengan pertumbuhan 24,06% pada tahun 2021.

Selain itu, terdapat 4 desa berkembang tahun 2020 yang tetap berkembang pada tahun 2021 dengan pertumbuhan negatif rata-rata -1,63%. Dan terdapat 3 desa berkembang pada 2020 tetap berkembang pada 2021 dengan pertumbuhan 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya mendorong desa berkembang menjadi makin maksimal mencapai status desa maju, masih terdapat kendala yang perlu ditelusuri dan dicari pemecahannya dikemudian hari.

Pada kategori desa maju (41 desa), terdapat 1 desa maju tahun 2020, tetap maju pada 2021 dengan pertumbuhan negatif (-3,19%), terdapat 3 desa maju 2020 tetap maju 2021 dengan pertumbuhan 0%. Kondisi ini menunjukkan adanya sejumlah kendala yang menghambat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Sedangkan desa maju tahun 2020 yang tetap maju pada tahun 2021 dengan pertumbuhan rata-rata positif 1,95% sebanyak 22 desa, dan jumlah desa maju 2020 yang berubah menjadi desa mandiri dengan pertumbuhan 12,10% sebanyak 19 desa.

Data di atas menunjukkan adanya fenomena perkembangan yang progresif untuk proyeksi tahun 2022 ke 2024 sehingga Pemerintah Daerah dapat menenentukan kebijakan percepatan pembangunan yang efektif, efesien dan tepat sasaran.

Advertisement