Tuhan Akan Menyelesaikannya Bagiku!

0
377

יְהוָה֮ יִגְמֹ֪ר בַּ֫עֲדִ֥י (Yahweh yiḡmōr ba’ăḏî)

TUHAN akan menyelesaikannnya bagiku.-.- Mzm. 138:8a

“Mengapa jadi susah begini, semua berantakan, sudah tidak tahu lagi, mulai dari mana, bikin patah semangat”. Pernahkah – atau siapa tahu – hati anda sedang mengeluhkan jeritan stress dan ketidaksanggupan ini. Soalnya pada awal semua baik-baik saja dan begitu menyenangkan. Tetapi ternyata sementara dalam perjalanan, semakin berat. Tidak semulus rencana awal. Hambatan demi hambatan, baik yang sudah diperhitungkan maupun yang tidak terduga terus menghadang, mematahkan semangat. Ingin rasanya berhenti saja.

Saudaraku, Daud, yang juga manusia seperti anda dan saya pernah mengalaminya, bisa jadi lebih parah dari yang kita alami. Dari 150 pasal Mazmur (ibrani: tehillim) yang adalah lagu-lagu pujian Daud terrefleksi jeritan permohonan seorang anak manusia yang hidup dalam kejaran, kebimbangan, kesedihan dan depresi.

Misalnya Mazmur pasal 3-7, 13, 18 dan banyak lagi. Lalu, dari semua itu Daud mengalami “mujizat” perlindungan Allah yang luarbiasa. Salah satu dari sekian kesaksiannya dan pengakuannya tercatat dalam Mazmur 138 ini: “jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku” (ay.7).

Kata “yiḡmōr“ ( יִגְמֹ֪ר) yang di atas diterjemahkan dengan “akan menyelesaikannya” berada dalam tempus “imperfek aktif”. Jadi bukan hanya nanti (akan – futurum) tetapi “sudah, sedang dan akan”. Itulah yang dialami Daud. Ia bersaksi dari pengalaman hidupnya, bahwa Allah selalu berjalan bersamanya, membelanya di depan mereka yang menzoliminya, melindunginya dari marabahaya, bahkan seperti yang dia saksikan dalam Mazmur 23: “sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (Mzm.23:4a-c). Dalam bahasa aslinya (Ibrani), lembah kekelaman adalah “bəḡê salmāwet” ( בְּגֵ֪יא צַלְמָ֡וֶת) artinya “lembah maut”. Ini adalah suatu kondisi yang berbahaya dan mematikan.

Lebih dari semuanya, Daud bersaksi bahwa „Allah yang menyelesaikannya“. Menyelesaikan apa? Kalimat ini memang terbuka. Objeknya tidak jelas. Itu hendak dimaksudkan bahwa Allah, Yahweh menyelesaikan „apa saja“. Ya, segala sesuatu. Jauh setelah Daud, Rasul Paulus juga mengalami hal yang sama. Karena itu ia bersaksi: „segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku“ (Fil. 4:13).

Bagaimana dengan anda? Jangan lupa bahwa Allah yang kita kenal dalam Yesus Kristus TIDAK PERNAH BERUBAH. Ia tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr.13:8). Apakah anda sedang galau, stress, kehabisan semangat, sudah buntu, tidak tahu lagi mulai dari mana? Dalam situasi yang sama, Daud, dan – semoga juga anda yakin dan mengaku: „TUHAN akan menyelesaikannya bagiku“. Kata “yiḡmōr“ (יִגְמֹ֪ר) = menyelesaikan” adalah bentukan dari akar kata „gamar“ (גמר) artinya dalam bahasa inggris „assemble“ sama dengan merakit, mengatur, menata.

Semoga anda juga memahami bahwa di balik kata-kata ini terrefleksi suatu KEADAAN yang sudah kacau, berantakan, tercerai berai, sudah semrawut, yang membingungkan hingga melemahkan semangat dan membuat anda berhenti saja. Bisa jadi KEADAAN itu adalah karir dan pekerjaan anda, situasi rumah tangga anda, rencana untuk anak-anak , saudara dan orang-orang tercinta, bahkan usaha-usaha yang sedang dilakukan atau apa saja yang anda sedang perbuat. TUHAN yang menyelesaikannya.

Ini tentu tidak berarti bahwa, anda dan saya berpangku tangan saja, tidak melakukan apa-apa. O, tidak begitu, karena kata „gamar“ ( גמר) ini berasal dari dunia pabrik, manufaktur (factory). Di sana berbagai faktor, tenaga maupun material bersinergi dan saling menopang hingga menghasilkan „sesuatu“ yang „perfect“ dan komplit. Jadi sambil berdoa tentu berusaha untuk mulai.

Sesulit apapun keadaan di depan anda, harus ada tindakan untuk mulai. Kalau tidak, tidak akan ada langkah selanjutnya. TUHAN pasti akan berkarya dalam diri mereka yang selalu berusaha mencari jalan. Ia tidak akan berkarya pada mereka yang hanya menangisi keadaan, yang tidak melalukan apa apa. Bukankah Allah kita, seperti yang disaksikan oleh Rasul Paulus adalah Allah yang TURUT BEKERJA dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rom.8:28).

Kata „turut bekerja“diayat ini bahasa Yunaninya adalah „synergei“= συνεργεῖ. Jadi jelas: Allah turut „bersinergi“ dengan anda dan saya dalam menyelesaikan, menata kembali segala perkara yang sudah buntu dan kacau balau. Karena itu,n Firman TUHAN di atas membangkitkan optimisme.

Ia mengandung pengharapan dan memberi kekuatan kepada anda dan saya. Ia hendak mengatakan: „jangan putus asa, jangan berhenti berkarya, teruslah lakukan sesuatu, karna anda dan saya tidak sendirian. Hanya mereka yang memiliki semangat, optimisme, IMAN dan PENGHARAPAN seperti ini yang berani bersaksi: „TUHAN akan menyelesaikannnya bagiku”. Artinya apapun yang diperbuatnya pasti akan berhasil, pasti akan selesai pada waktunya (bnd. Mzm.1:1-3). Semoga anda salah seorang dari mereka.

Selamat Hari Minggu

Penulis: Pdt Welman Boba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here