Utaurano bakal menjadi kampung wisata air

0
252

UTAURANO-TABUT|| Ternyata bukan saja di Jepang memiliki selokan atau saluran air yang bersih dan memungkinkan dilakukannya budidaya ikan. Di Sangihe persisnya di Kampung Utaurano pemerintah dan warga kampung bergotong royong memaksimalkan fungsi saluran drainase mereka memberi manfaat ekonomi dan manfaat sanitasi.

Saluran Air desa tersebut dimultifungsikan sebagai kolam budidaya ikan air tawar. Desa ini diapit oleh dua gunung yang di wilayah dataran tinggi Gunung Kedang dan di dataran rendah Gunung Mangehese. Desa ini pula dialiri Sungai Manemba (Sungai Utaurano).

Menurut Sejarahnya nama Desa Utaurano berasal dari penggalan 2 kata yakni “Uta” berarti rambut atau organ bagian atas, dan “rano” yang berarti danau. Jadi Desa Utaurano dapat diartikan sebagai desa yang berada di bagian atas danau.

Pada tahun 1915 Utaurano berdiri sebagai sebuah wilayah pemukiman yang dipimpin oleh Arkalaus Bawotong. Dikala itu memang wilayah Danau ini banyak dihuni dan didatangi oleh penduduk dari wilayah bawah danau yakni Kalurae dan Tolendano.

Namun pada Tahun 1927 Danau ini mengalami kekeringan dan hanya menyisahkan beberapa anak sungai dan wilayah rawa. Sampai saat ini populasi penduduk di Desa Utaurano berkisar 1000 lebih jiwa dengan pekerjaan penduduk yang dominan sebagai petani.

Warga masyarakat Utaurano ada yang menganut agama Islam dan ada juga agama Kristen. Agama Islam masuk pertama kali pada Abad ke 18 di Desa Utaurano. Disusul pada tahun 1917 oleh Agama Kristen yang dikembangkan oleh Pendeta Jeheskiel Mocodompis.

Adapun luas wilayah Desa Utaurano kurang lebih 700 Hektar dengan batas wilayah ;
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Moade, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Raku, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Lenganeng/Pusunge dan Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lelepu/Mahena.

Desa ini kini dipimpin oleh Kapitalaung yang visioner. Herdiyanto Takapulungang, SE selaku Kepala Desa mengadang-gadang kampung tercintanya menjadi kampung wisata air. Visi yang kini sedang disalurkannya melalui beragam program kreatif dan inovatif.

Penulis: Dendy Abram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here