Dimana ada keramaian disitu ada pedagang. Begitu kira-kira yang yang terjadi di setiap pelabuhan. Tetapi di Pelabuhan Siau, pedagang yang berasal dari kalangan rakyat kecil, meskipun penduduk yang tinggal di sekitar pelabuhan justru dilarang berdagang.

Mengapa? Karena selain bertentangan dengan sejumlah regulasi, ternyata terungkap bahwa petugas syahbandar melalui isteri-isteri mereka selama ini mengelola kantin dan membayar pajak ke negara.

Tidak ada ruang bagi warga pedagang lokal. Kondisi ini diprotes oleh seorang pedagang lokal di Pelabuhan Siau. Simak videonya berikut ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here