Dari Habel Lahope Sampai Susana Lahope (100 tahun Pendeta Sangir Talaud Layani Jemaat Ulu Siau)

0
539

Artikel ini ditulis oleh Andrey Kabuhung.

Tahun 1921 atau 100 tahun yang lalu menjadi sebuah tonggak sejarah bagi perjalanan kekristenan di kepulauan Sangihe dan Talaud, tepatnya 12 Juni 1921 keenambelas penolong injil dari berbagai resort di tahbiskan menjadi “Inlandsche Leeraar” (Pendeta Sangir Talaud). dalam tulisan ini saya sebutkan 2 pendeta dari resort Ulu yakni Habel Lahope (27) di jemaat Ulu dan Petrus Natang (80) di jemaat Sawang, sedangkan 14 nama lain kita simpan sampai tanggal 12 Juni 2021.

Penunjukan pendeta “tutune” oleh Sangihe Talaud Comite berdasar pada sebuah kesadaran untuk saatnya orang Sangir Talaud bisa melayani warga jemaatnya sendiri, dan dalam rangka persiapan kemandirian jemaat-jemaat di Sangihe dan Talaud yang lepas dari binaan Zending Belanda. Tentu keputusan ini menimbulkan pro dan kontra antar zending apakah para pendeta Sangir Talaud mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab dan apakah jemaat-jemaat yang mandiri dan bersinode dapat mempertahankan sin hodos (berjalan bersama).

Sebelum tahun 1921 pelayanan sakramen baptisan dan perjamuan kudus hanya dilaksanakan oleh Pendeta Belanda (Paul Kelling) karena itu orang-orang tua dulu sering mengatakan mereka di baptis/ perjamuan di Gereja Ulu oleh tuang Kelling. Karena rentang jarak yang jauh maka perjamuan kudus juga di laksanakan per wilayah Nameng bergabung ke Bukide, Kanang bergabung ke Lia, Karalung, Damei (Dame), Bebali, Buao, Buhias, Pahepa, bergabung ke Ulu. Mala, Pangirolong, Biau, Balirangen, bergabung ke Sawang. Faktor geografis seperti inilah yang juga mendorong zending untuk menahbisan pendeta Sangir Talaud guna menjangkau wilayah-wilayah jauh agar pelayanan sakramen dapat dijangkau.

Tentunya pelayanan menjadi seorang pendeta di tengah-tengah jemaat bukan perkara mudah, tapi bukan berarti juga tanpa sukacita, setiap periode pelayanan pasti ada mutiara-mutiara yang bisa di ambil. Begitupun juga dengan perjalanan 100 tahun pelayanan pendeta Sangir Talaud di Jemaat Ulu Siau tentu memiliki gumul masing-masing. Karena itu kita perlu berterimakasih kepada mereka yang telah melayani persekutuan jemaat kita.

Di bawah ini merupakan daftar ketua Jemaat yang pernah dan sementara melayani jemaat Ulu Siau (GMIST JEMAAT ULU):

Ketua Jemaat:
– Pdt. Habel Lahope. {1921- (GMIST: 1947-1953)}
– Pdt. Israel Mora. 1953-1956
– Pdt. Johanis Kabuhung. 1957-
– Pdt. Alex. S. Bento
– Pdt. P. Oeloendeda
– Pdt. U. L.D. Kansil
– Pdt. Hilda Lumandung. 1974-1985
– Pdt. W. Taghulihi. 1985-1987
– Pdt. Jan Sumelung,SmTh. 1987-1993
– Pdt. J. Lano-Rompah,SmTh. 1993- 2003
– Pdt. R. Bawihu-Papona,M.Th 2003-2007
– Pdt. A. N. Kulas,S.Th. 2007-2017
– Pdt. S. I. Tampilang-Lahope.S.Th 2017/ sekarang

Pendeta Jemaat:
– Pdt. Petrus Natang
– pdt. E. Mahaganti
– Pdt. A. N. Kulas, S.Th
– Pdt. N. F. Dauhan, S.Th
– Pdt. H. Tumoka, S.Th
– Pdt. C. M. Dalughu-Patimbano,M.Th
– Pdt. W. Pulu, S. teol
– Pdt. G. Tamo-Lano,M.Th
– Pdt. S. Bawihu, S. Pd
– Pdt. N. Baliung-Sawal. S.Th
– Pdt. D. Tantu, M.Si (diperbantukan)
– Pdt. H. Lontoh-Zachawerus, S. Teol
– Pdt. S. Dalending-Natari, M.Th
– Pdt. N. Laheba, M. Th.

Vikaris yang diteguhkan di Jemaat Ulu:
– Pdt. Susanti Alanos, S.Ag
– Pdt. S. Tinagari-Dawid, M.Th
– Pdt. M. Mardesa-Ponto, S. Teol

Daftar di atas belum final, perlu masukan dan tambahan informasi dari semua orang termasuk warga jemaat Ulu yang menjadi saksi sejarah bersama dalam persekutuan ini. Kalau ada tambahan silahkan memberikan komentar.

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun GMIST JEMAAT ULU. Kere kiasong tahiti, maning ni tontongang mang mu tumbiki.
Pakaumbure, Pakaraluhe.

Advertisement