Mendadak viral seorang pedagang di pelabuhan Siau, kru Kompaq.ID segera investigasi

0
404

SIAU-SITARO|| Jumat sore, sekira warga masyarakat di Pulau Siau sempat digemparkan dengan kabar mengenai seorang pedagang yang menghamburkan dagangannya di lantai, lantaran dilarang oleh oknum shabandar yang tidak diketahui namanya. Kabar itu beredar melalui media sosial facebook yang dibagikan secara berantai.

Hal ini lantas menjawab berbagai pertanyaan para pengunjung yang kerap menikmati lalu lintas pelabuhan antar Manado-Tagulandang-Siau-Sangihe yang selama ini sering mempertanyakan alasan apa dibalik fenomena pedagang yang hanya terlihat aktif saat kapal bersandar di tiga pelabuhan.

Ada perbedaan yang mencolok memang. Di Pelabuhan Manado, Pelabuhan Tagulandang dan Pelabuhan Sangihe, kita sering melihat aktivitas pedagang makanan, rokok, obat-obatan bahkan pedagang pakaian naik ke kapal sebelum berangkat untuk menjajakan dagangan mereka. Tapi aktivitas itu tidak pernah terlihat di pelabuhan Siau.

Banyak yang menduga, bahwa warga di Pulau Siau barangkali malu berjualan di pelabuhan. Ada pula yang menduga warga Siau lebih sibuk mengurus pertanian pala, ketimbang berjualan. Ternyata peristiwa tadi sore itu merupakan jawaban sesungguhnya dari alpanya pedagang mengadu nasib mereka di tempat keramaian itu.

Tentunya, hal ini menarik ditelusuri lebih lanjut. Karena persoalan ini bukan hal sepele. Ini terkait dengan bagaimana warga masyarakat dapat survive dengan memanfaatkan semua peluang untuk bertahan hidup, sementara yang lain memanfaatkan untuk mendominasi bahkan memonopoli ruang. Atau mungkinkah ada sindikat terkait dengan latar kejadian tadi? Tunggu penelusuran Kompaq.ID.