Mengenal Lebih Dekat Sosok Ritmond Takasili

0
207
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ritmond Takasili

KOMPAQ.ID. SAWANG SIAU, SELASA, 21/8.2018. Hidup adalah anugerah, tak seorang pun bisa memilih terlahir seperti apa dan darimana ia dia berasal, karena kehidupan sejatinya adalah pemberian Tuhan. Demikian deskripsi singkat yang dituturkan Ritmon Takasili saat sedang bercakap-cakap dengan kru Kompaq di rumahnya, kemarin Senin, 20/8. Pria yang terlihat selalu apik ini, tercatat selaku pelayan jemaat di Kampung Sawang Kecamatan Siau Timur Selatan. Beliau sosok yang rajin bekerja dan membantu saudara-saudaranya dalam memperjuangkan kepentingan politik maupun kepentingan terkait pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi. Prinsip hidupnya, bekerja dan berdoa. Menurutnya, Anugerah Tuhan berupa talenta yang dimiliki setiap orang, tentulah harus terus diperjuangkan.

Ia menuturkan sekalipun begitu, kehidupan yang itu penuh misteri. Kehidupan ini memiliki hukum-hukumnya sendiri, baik untung maupun buntung, semua menjadi pernak pernik kehidupan. Memang kadangkala hidup yang kita jalani silih berganti dimana ukuran yang kita terapkan bagi orang lain, kelak akan dipakai pula bagi kita sendiri. urai lelaki paruh baya yang  banyak menghabiskan waktunya dalam pekerjaan pelayanan di lingkungan gereja GMIST ini.

Saat membuka perbincangan, Pria yang disapa warga dengan sebutan Ko Mon ini mengajak, agar hidup harus diisi dengan tindakan saling berbagi dan saling menghidupkan sesama. Hal ini harus menjadi sikap teguh setiap insan manusia, bukan hanya hidup bagi dirinya sendiri; tapi juga memikul tanggung jawab moral bagi masyarakat dan kemajuan daerahnya. Karena sekecil apapun yang kita perbuat, bisa bermakna besar bagi sesama atau orang lain di lingkungan kita.

Ko Mon dalam kesehariannya mempunyai kesibukan karena berprofesi sebagai pengusaha pembeli hasil bumi dan pengusaha mini market. Dia juga pernah menjadi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE PETRA Bitung. Jebolan Universitas Klabat ini menyandang gelar Sarjana Ekonomi dengan spesifikasi ilmu akutansi dan perpajakan. Ko Mon menjelaskan, “saya dulu semasa kecil punya cita cita ingin menjadi orang yang berarti bagi nusa dan bangsa. Saya punya komitmen harus memajukan dunia pendidikan dan iptek, karena perkembangan tuntutan dan dinamika kehidupan zaman terus berubah, dan menjadi keharusan bagi kita menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas, memiliki moral yang baik, karena orang yang berhasil tanpa moral yang baik, tidak ada gunanya. Karena itu perlu menjunjung tinggi moral dalam setiap pekerjaan apapun. Karena itu nilainya lebih penting, tegas Ko Mon.  

Kini pilihan hidup Ko Mon hendak terjun ke dunia politik. Ia menjadi Bakal Caleg pada Partai Demokrat yang bertarung merebut simpati pemilih di Kecamatan Siau Timur dan Siau Timur Selatan. Bersaing dengan partai lain saya ingin menjadi penyambung lidah bagi masyarakat dan pemeritah dan menjadi legislator yang sesuai fungsinya. Bagaimana menjadi “telinga” dan “bibir rakyat”, itu artinya apa yg dikeluhkan rakyat atau masyarakat itu yang harus saya perjuangkan. Dan apa yang diaspirasikan itu pula yang harus didengarkan, karena itu saya punya motto ialah ”mendengar dan melayani”.

Ko Mon menambahkan, saya sadar bahwa politik itu adalah segala sesuatu yang kita lakukan yang berkenaan dengan banyak hal yang berdampak pada berbagai segmentasi kehidupan yang berimplikasi pada kesejahteraan rakyat. Saya sendiri memilih jalur politik karena atas komitmen saya dulu yaitu saya mau berbuat yang terbaik bagi masyarakat, walaupun sebelumnya telah banyak berbuat dan berbagi dengan sesama dlm lingkup yang masih terbatas, dan saya ingin lebih baik lagi untuk melayani bagi kepentingan banyak orang dalam lingkup yang lebih besar. Itulah yang menjadi tujuan saya, kata Ritmon.  

Ketika ditanya alasannya kenapa memilih masuk dari partai demokrat, jawabnya: semua partai itu sama fungsi dan platfomnya yaitu berjuang untuk kesejahtraan rakyat dan asasnya juga sama, yaitu UUD dan Pancasila, tapi yang membedakan adalah pemahaman kadernya saja. Tergantung niat dan tujuan apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan asas demokrasi yang benar, yang mengedepankan kedaulatan rakyat, itu sebetulnya ada sama rakyat. Seterusnya, ketika ditanya seberapa yakin akan terpilih nanti? Jawabnya, saya tidak mendahului kehendak Tuhan, kita menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat, mereka yang menilai dan menetukan; dan saya selama ini sudah terlebih dahulu berbuat bagi rakyat, tutupnya dengan penuh optimis. //Heriwan Kasiahe