Begini transparansi, pretasi dan komposisi Dana Desa versi Kapitalau Mekar Sari

570

MEKAR SARI- SIBARSEL||Kampung Makoa merupakan salah satu dari 7 kampung yang berada di wilayah kecamatan Siau Barat Selatan. Kampung ini terletak kurang lebih 11 kilometer ke arah utara dari kota kecamatan dan mempunyai luas wilayah 200 hektar dengan sarana prasarana umum yakni 1 balai desa, 1 jalan desa, 1 sekolah, 1 poskesdes,1 paud dan 4 gedung gereja.

Iklim di Kampung Makoa sama dengan kampung lain di wilayah Indonesia yaitu mempunyai iklim kemarau dan penghujan. Hal tersebut berpengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di kampung Makoa Kecamatan Siau Barat Selatan ini.

Populasi dan mobilisasi penduduk tidak begitu pesat di Kampung Mekar Sari (Makoa) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Karena terhitung sejak 2017 jumlah penduduk berada di angka 395 jiwa tersebar di 2 (dua) lindongan. Tercatat angka kelahiran di tahun 2017 berjumlah 3 jiwa, meninggal 10 jiwa dan datang pindah domisili ke Makoa sebanyak 4 jiwa.

Di tahun berikutnya sesuai dengan data angka penduduk yang dihimpun tim Ekspedisi Desa Kompak jumlah penduduk hanya bertambah 2 jiwa dari total penduduk 395 jiwa menjadi 397 jiwa di tahun 2018. Lalu tercatat hanya bertambah di angka kelahiran berjumlah 2 jiwa.
Sama halnya jumlah populasi pada tahun 2019 tidak mengalami kenaikan signifikan dalam angka jumlah penduduk. Tercatat hanya bertambah 9 orang dengan jumlah sebanyak 406 jiwa yang tersebar di 2 (dua) lindongan hingga kini.

Kapitalau Kampung Makoa Husein Lerah selama dua periode pemerintahannya sudah banyak berbuat untuk kampung tercintanya. Terbukti sudah ada sekitar 20 infrastruktur bangunan fisik dan sosial yang sudah terealisasi.

Demi terciptanya transparansi pembangunan fisik dan sosial Kampung Makoa, berikut deretan dan tahun beserta aliran dana dan jumlahnya: tahun 2014 – pembangunan air bersih (ADD) Rp. 55.000.000,- dan rehabilitasi gedung kantor Kampung (ADD) Rp. 16.009.141,-
Tahun 2015 – Rehabilitasi jalan rabat beton (Dana Desa) Rp. 215.063.000,- dan pembangunan jalan rabat beton (Dana Desa) Rp.81.525.470,-

Pada tahun 2016 – pengadaan jaringan air (ADD) Rp.33.903.000,- lalu ada pembangunan jalan produksi (Dana Desa) Rp. 423.832.759,- dan pengadaan instalasi listrik poskesdes (Dana Desa) Rp. 3.500.000,-

Pada tahun 2017 – pembangunan jalan produksi (Dana Desa) Rp. 264.867.000,- ,rehabilitasi jalan rabat beton (Dana Desa) Rp. 189.867.000,- ,pembangunan talud Rp. 90.909.000,- ,pembangunan drainase (Dana Desa) Rp. 156.074.175,- ,pembuatan plafon aula (ADD) Rp. 17.421.500,- ,penambahan ruang kantor (ADD) Rp. 74.249.495,- ,pembangunan pos kamling 2 unit (SILPA) Rp. 38.031.533,- dan pembangunan sarana air bersih (ADD) Rp. 8.380.285,-

Tahun 2018 – pembangunan jalan desa (Dana Desa) Rp. 91.044.500,- ,pembangunan talud lapangan bola kaki (Dana Desa) Rp. 126.955.500,- ,pengadaan lampu jalan 4 unit (Dana Desa) Rp. 87.000.000,- ,penyelesaian pembangunan penambahan ruang kantor dan lantainisasi halaman kantor (SILPA) Rp. 31.500.000,- dan pembuatan bak air (Dana Desa) Rp. 35.000.000,-.

“Deretan pembangunan infrastruktur di atas merupakan bentuk transparansi saya dalam upaya membangun Kampung Makoa sebagai kapitalau” tutur Husein Lerah sembari menyodorkan data keuangan pembangunan fisik dan sosial kepada awak media ini Selasa 23/07/2019.



TINGGALKAN KOMENTAR