Jim R. Tindi: Yang Dilakukan KPK Terhadap SWM Adalah “OTT Prematur”. SWM Dijebak!

Dari sejumlah dalil ini, maka SWM sesungguhnya dalam posisi dijebak. SWM ditangkap dalam keadaan tidak menerima gratifikasi dari para pemberi. Tidak terjadi peristiwa hukum dimana ada pemberi dan penerima gratifikasi. Kasus ini masih sangat prematur

0
343

KOMPAQ.ID||Manado| Kamis, 02 Mei 2019. Sahabat dekat Sri Wahyumi Manalip alias SWM yang juga juru bicaranya, Jim. R. Tindi tadi petang kepada Kompaq lewat messenger mengatakan dirinya memprotes dengan keras atas apa yang dilakukan oleh KPK kepada Bupati perempuan pertama di Kabupaten Kepulauan Talaud itu.

Menurut Tindi, OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap Sri Wahyumi Manalip adalah OTT yang prematur. Mengapa Juru Bicara SWM mengatakan hal tersebut? Ada beberapa pertimbangan sehingga Jim Tindi mengatakan demikian.

“Pasal yang disangkakan sangat lemah. Dalam Pasal 12, disebutkan kalimat “Penyelenggara Negara yang menerima sesuatu; Pertanyaannya: pertama, apakah SWM menerima sesuatu itu?

Kedua, apakah barang yang dimaksud berada dalam penguasaan SWM?

Ketiga, barang-barang itu akan diberikan pada Hari Ulang Tahun”, kata Tindi.

Tindi menilai bahwa skenario ini sesungguhnya dirancang oleh BHL Cs.

“Sekenario ini dirancang oleh BHL dan Hanafi. Mengapa? Karena katanya “Biar Ibu Senang” yang merupakan kalimat asumsi BHL, tutur Tindi.

“Kemudian keempat, pernyataan KPK bahwa HBL adalah Timses dari SWM menunjukkan bahwa KPK tidak secara komprehensif memahami masalah ini”, kata Tindi.

Terakhir yang kelima, yakni Kode yang menurut KPK adalah sinyalemen terjadinya suap tersebut adalah “DP TEKNIS” sementara dalam tuturan bahasa Manado-nya itu berarti lain (red: teknisnya).

“DP TEKNIS itu bukanlah uang muka Pak Bu’ KPK, melainkan bisa diartikan “depe teknis” atau dalam bahasa Indonesia berarti teknisnya. Jadi janganlah salah tafsir”, tandas politisi Hanura itu.

Jim juga menambahkan bahwa kekeliruan lain dari KPK adalah menyebut bahwa BHL adalah Timsesnya SWM, padahal sesungguhnya tidak.

“BHL itu bukanlah Tim Sukses dari SWM, tapi dia adalah Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Talaud yang mendukung pasangan lain pada Pilkada Talaud yang lalu ” tukas Jubir SWM itu.

Dari sejumlah dalil ini, maka SWM sesungguhnya dalam posisi dijebak. SWM ditangkap dalam keadaan tidak menerima gratifikasi dari para pemberi. Tidak terjadi peristiwa hukum dimana ada pemberi dan penerima gratifikasi. “Kasus ini masih sangat prematur”, tegas Tindi. (Nia).



TINGGALKAN KOMENTAR