Panwascam Tareran terima pengaduan pelanggaran, “Sementara kami kaji, kalau terbukti pasti kena sanksi”

308

Minsel || KOMPAQ.ID – Diduga ada indikasi pelanggaran dalam memasuki proses pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Indonesia, khususnya Kabupaten Minahasa Selatan kecamatan Tareran.

Ada beberapa kasus yang dilaporkan masyarakat terkait dengan dugaan pelanggaran pemilu di kecamatan Tareran. Menurut penjelasan dari pihak panwas, mereka sampai hari ini (29/09/2020) sudah menerima enam dugaan pelanggaran.

” Sampai saat ini sudah ada enam dugaan pelanggaran pemilu yang sudah dilaporkan oleh masyarakat dan beberapa diantaranya sudah di klarifikasi oleh terduga karena tidak terbukti”, ujar Chriti salah satu petugas Panwascam Tareran.

Tugas berat diemban oleh Wilma Sumakul M.Pd bersama anggota panwas, karena pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Sulut terlebih khusus Kabupaten Minahasa Selatan karena bersamaan dengan situasi pademi Covid-19. Wilma Sumakul M.Pd selaku ketua Panwascam Tareran menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menangani kasus.

” Kami sudah di sumpah pasti kami akan melakukan tugas dengan baik dengan berpedoman pada undang-undang serta peraturan yang berlaku, masyarakat tidak perlu khawatir”, Ungkap Wilma Sumakul M.Pd.

Sebagai tambahan beliau juga mengingatkan kepada masyarakat tentang peraturan yang sudah ditetapkan dalam kampanye partai politik.

” Dalam kampanye calon kepala daerah, dilarang melibatkan pejabat badan usaha milik daerah, aparatur sipil negara, anggota kepolisian, anggota TNI, dan kepala desa atau sebutan lain lurah, perangkat desa atau sebutan lain perangkat kelurahan”, tutupnya.

 

 



TINGGALKAN KOMENTAR