Di Kalekube 1 dan Naha 1 Jumlah Penerima BSPS di Kurangi

0
144

TABUKAN UTARA – SANGIHE || Desa Kalekube 1 dan Desa Naha 1 yang sebelumnya diberitakan akan mendapatkan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) sebanyak 50 unit yang dibagi 24 unit untuk Naha 1 dan 26 unit untuk Kalekube 1. Namun kenyataannya bantuan dari Dinas Perumahan dan Permukiman ini tidak terealisasi sesuai jumlah yang ditentukan sebelumnya. Ketika SK telah diturunkan, masing-masing desa mengalami pengurangan kuota 6 unit.

Pada 12/08/2019 lalu, Desa Kalekube 1 melakukan rapat guna membahas masalah berkurangnya jumlah kuota BSPS dengan menghadirkan Fasilitator BSPS, Ambrustian Makasar dan timnya, Kepala Desa Naha 1, Ketua MTK & para calon penerima dari kedua desa.
Dalam rapat tersebut fasilitator mengatakan maksud kedatangan mereka sebenarnya hanya untuk menjelaskan proses pentahapan pembangunan. Namun karena kedua Kades meminta untuk sedikit menjelasan kepeda masyarakat terkait berkurangnya kuota bantuan tersebut, Ambrustian mengatakan semua nama yang diturunkan itu langsung dari Provinsi sesuai SK (Surat Keputusan) yang ada. Jadi dalam hal ini, kedua Kades tidak ada hak memilih siapa yang akan digugurkan.

Ketika diwawancarai seusai rapat, Kepala Desa Kalekube 1, Kosmida Mabiang mengatakan bahwa dirinya akan berusaha semaksimal mungkin agar 6 orang yang namanya tidak ada di SK bisa mendapatkan bantuan tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dgn Pemerintah Kabupaten jika itu bisa dianggarkan dari dana desa dan di-iyakan maka kami akan coba lakukan”. ujar Mabiang.

Sama halnya dengan Jublius Mendome selaku Kepala Desa Naha 1. Ia juga berharap bagi 6 orang yang tidak bisa menerima BSPS ini agar tetap bersabar karena bantuan ini tidak akan habis di tahun ini saja. Tetap akan ada di tahun-tahun berikutnya.
“Saya sebagai Kades akan tetap berusaha untuk bisa memenuhi semua hal itu”. kata Kades Naha 1.

Seusai rapat di aula Kantor Desa Kalekube 1, Kosmida Mabiang langsung memanggil masuk 6 orang yang gugur menerima BSPS ke ruangannya guna memberikan penjelasan lebih lanjut serta menenangkan hati masyarakatnya.

Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) memang jadi keinginan setiap orang, terlebih masyarakat yang kurang mampu dan hanya tinggal di rumah yang berkategori jauh dari kelayakan. BSPS merupakan salah satu program bantuan dari pemerintah memang kerap menjadi rebutan dari tiap desa guna membantu masyarakat yang kurang mampu didesanya.



TINGGALKAN KOMENTAR