Mengenal Hangki Paeli dari pengabdiannya bagi pembangunan Kampung Tapile

0
270

TAPILE-SITIMSEL|| Di sela-sela perjalanan menuju Kampung Tapile, di sebuah pulau di depan Pulau Siau, kami secara tidak sengaja bersua dengan sosok pria dengan karakter santun dan amat bersahabat. Dia adalah Hangki Paeli. Kami mengambil waktu bercakap-cakap seputar progress pembangunan kampung halamannya. Gaya bertuturnya yang khas, menunjukkan pria kelahiran 23 September 1979 itu sudah cukup matang dalam memahami seluk beluk pembangunan, termasuk tata kelola pemerintahan desa berdasarkan seluruh perangkat regulasinya.

Hangki Paeli, pada usia muda menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Ulu Siau (kini SMU Negeri 1 Siau Timur). Sesudah itu, pria yang bernama resmi Esrom Paeli melanjutkan ke pendidikan tinggi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). Dalam masa perkuliahan, Esrom alias Hanki, dikenal warga Kampus Bersinar dalam keaktifannya sebagai aktivis. Betapa tidak, ia pernah aktif di Sekretariat Dewan Eksekutif Mahasiswa UKIT, pernah juga menjadi anggota sekretariat dewan eksekutif mahasiswa Fakultas Teologi UKIT dan menjadi Wakil Ketua Rukun Mahasiswa GMIST di Tomohon.

Sesudah menyelesaikan perkuliahannya, Putra dari pensiunan guru, Nestor Paeli dan Lisbet Panese ini kemudian menikahi  seorang keke Minahasa, Buah perkawinan mereka dikaruniai sepasang putera dan puteri, yaitu: Frenjeliko Fredones Paeli dan Queenshe Loverensia Paeli. Dengan karakter kebapaannya, Paeli merupakan salah satu sosok yang menjadi teladan dalam membangun dan membina rumah tangga di kampungnya.

Kemampuannya mengelola manajemen keluarga yang baik, membuat pemerintah desa memberi kepercayaan kepada Esrom untuk turut serta membangun kampung Tapile dengan menjadi Ketua Tim Pengelola Kegiatan dalam Program PNPM Mandiri pada tahun 2008. Prinsip hidup yang ia pegang teguh sejauh ini ialah: “hidup adalah anugerah terindah yang Tuhan beri, untuk saling berbagi dan membantu sesama”.