Maria Kuheba Unggul dalam Survei, Kepercayaan Masyarakat Modalnya

0
178

SALILI – SIAU TENGAH || Menjaga kepercayaan atau amanah dari masyarakat Kampung Salili dan mampu merangkul semua kepentingan dari berbagai lapisan masyarakat Kampung Salili merupakan komitmen kuat dari ibu Maria Wisye Joice Kuheba.
Banyak karya nyata yang dilakukan selama satu periode beliau memimpin Kampung Salili. Berkat tangan dingin dan kepiawaian beliaulah wajah Kampung Salili berkembang kearah yang lebih maju.

Kini namanya kembali tercatat dalam lembaran kertas suara dan berada di nomor urut 1 pada pilkapita di Kampung Salili yang dilaksanakan serentak pada tanggal 3 September mendatang. Dari pantauan media kompaq.id dan proses survei yang dilakukan, nama Maria Kuheba sulit tertandingi dan diprediksi akan kembali unggul dalam proses pemilihan mendatang. Dukungan dan harapan mengalir deras baginya untuk terus berbuat yang terbaik bagi kesinambungan pembangunan yang ada di Kampung Salili.

Saat ditemui kru kompaq.id di kediamannya, wanita paruh baya yang sederharna dan keibuan menjawab begitu santun dan penuh arti. Maria Wisye Joice Kuheba ini adalah sosok yang dihormati bagi keluarganya dan menjadi panutan kesejukan bagi warga dan anak-anaknya.

Saat ditanya apa yang memotivasinya untuk kembali maju bertarung sebagai calon pilkapita sekarang, ia menjawabnya secara singkat. “kepercayaan masyarakat” ungkapnya tegas.
Lalu saat ditanyakan apakah ia yakin terpilih kembali sebagai pemenang dalam pilkapita nanti? Beliau menjawab bahwa urusan jadi pemimpin itu urusan Tuhan. kita hanya berencana. Dengan mengandalkan dukungan dan doa dari masyarakat Kampung Salili yang meminta saya maju kembali, maka saya berkeyakinan saya pasti melanjutkan kepemimpinan selama satu periode mendatang.

Dan disinggung bahwa seandainya nanti ia kalah dalam proses pilkapita maka apa yang akan ia perbuat ia hanya berucap, “saya siap menerimanya“.
“Urusan membangun kampung itu bukan hanya diletakkan pada pemimpin tapi pada setiap orang yang memiliki rasa cinta terhadap kampungnya sendiri dan saya sudah dan sementara melakukannya sekarang. Saya juga tetap merangkul semua masyarakat serta memberi arti dan makna apa itu perbedaan dan kita akan tetap ada dalam suatu kebersamaan dalam membangun” tutup Maria.